VERSUS #007 JANUARI-FEBRUARI 2010
Untuk Edisi Ulang Tahun kami yang pertama ini, VERSUS melakukan beberapa perubahan yang tentunya dimaksudkan untuk lebih mengembangkan majalah ini. Porsi penulisan tidak lagi ekslusif desain grafis, melainkan juga membahas bidang-bidang lainnya yang bersinggungan. Penempatan rubrik mengalami sedikit perubahan, untuk menciptakan alur baca yang lebih terstruktur. Ada pula rubrik baru yaitu Avantgarde, yang merupakan pengganti rubrik Pink Pages. Dalam setiap edisi, Avantgarde akan didesain oleh desainer grafis yang berbeda secara ekslusif, dan untuk edisi #007 ini akan ditangani oleh Arief PSA. Yang unik dari edisi ini yaitu desain cover kami yang didesain oleh Thinking Room* Inc.
VERSUS kali ini membahas mengenai Desain Grafis dan Lingkungan Sosial. Rangkaian artikel utama VICE VERSA mengupas mengenai posisi Desain Grafis yang telah mengalami pergeseran yang cukup signifikan, dari yang semula digunakan sebagai alat membantu kehidupan masyarakat, dan sekarang berubah fungsinya menjadi kaki tangan kapitalisme, dimana sangat kental dengan unsur komersialisasi yang diperuntukkan hanya untuk mengeruk keuntungan semata.. Lantas siapakah yang sebenarnya harus bertanggung jawab atas keadaan ini? Simak pembahasan mendalamnya, dibuka dengan prolog dari Arief Adityawan, Historiografi oleh Berti Alia, Artikel utama oleh Ismiaji Cahyono, Epilog oleh Rudy Farid Sagir, serta tidak ketinggalan wawancara menarik dengan James Victore dan rangkuman diskusi Hot Ice Tea (HIT) ke-8 yang menampilkan tokoh-tokoh desainer grafis Indonesia seperti Dik Doank, Daniel Surya, Rudy Farid Sagir, Moh. Iqbal rekarupa, Janoe Arijanto, dan Enrico Halim, serta dimoderatori oleh Arief Adityawan.
Di rangkaian rubrik Avantgarde yang dikhususkan untuk para mahasiswa dan desainer muda, Naomi Haswanto menceritakan pengalamannya saat mengunjungi ICOGRADA WORLD DESIGN CONGRESS 2009 BEIJING and THE 1ST BEIJING DESIGN WEEK di rubrik mengenai imbas kemunculan media baru terhadap industri periklanan di Indonesia, yang perlahan mulai ditinggalkan, serta bagaimana seharusnya periklanan bertahan ‘hidup’. Citra Purnawijaya membahas mengenai Digital Branding di rubrik Brandrama. Di rubrik Adknowledge, Irwan Fakhruddin memaparkan mengenai imbas kemunculan media baru terhadap industri periklanan di Indonesia, serta bagaimana seharusnya periklanan bertahan ‘hidup’. Sedangkan di rubrik Motionimation, Riyo Wadiarto berbagi pengetahuan mengenai dunia motion graphic. Simak juga rubrik-rubrik lainnya yang tergabung dalam rangkaian rubrik Avantgarde yang tak kalah serunya.
Rangkaian rubrik Intersection di edisi ini menampilkan rubrik-rubrik yang bersinggungan dan di luar dunia grafis seperti Fashion, Interior, Produk, Arsitektur, Fotografi, Sinematografi, Politik, Sastra, serta Seni dan Budaya. Mari mengenal lebih dekat tokoh desainer grafis tanah air DikDoank, dan Steven Heller di rubrik Red Carpet. Baca aneka rubrik baru dan seru di VERSUS#007 Edisi Januari-Februari 2010 dan temukan kejutan menarik di covernya setelah Anda scratch!